[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

(Harus) Tetap Halaqoh

5


Ada satu perbincangan menarik dari salah seorang Mutarobbi dan seorang Murobbi via pesan singkat, tentang perasaan si Mutarobbi dengan aktifitas halaqohnya. Mutarobbi merasa (mungkin perasaannya saja) aktifitas halaqohnya mulai ada yang berbeda.


Aktifitas pekanannya ini tidak sesemangat dulu, ada rasa yang lain, dan berbeda. dan mungkin saja perasaan seperti ini juga terjadi padaku, padamu, atau pada kita semua.


"Assalamu'alaikum. Ustadz, apakah setiap yang ikut liqo kemudian harus ikut Partai? (meski mungkin bukan sebagai kader partai). Tidak bolehkah kita hanya ikut liqo saja? (tanpa harus ikut/diundang/direkomendasikan ikut kegiatan-kegiatan partai).


'"Waalaikumsalam. Kenapa?"


"Ah.. Tuh kan pasti nanya balik.. Baiklah saya cerita, ini tentang saya. Saya koq mulai ngerasa ada titik kulminasi kejenuhan atau tepatnya kekurang nyamanan ketika klompok halaqoh kmudian diajak untuk mengikuti ritme kepartaian (mungkn ini perasaan saya). praktis sudah 1 bulan saya tidak ikut liqo (pekan pertama krn ketiduran, pekan ke-2 s.d ke-4 karena saya mulai ngerasa koq gini sih?). Pada pekan ke-1 juag saya tidak mengaktifkn FB, menon-aktifkn no.hp, alasannya sih karena tidak mau diganggu dulu, ingin introspeksi, berharap perasaan itu tidak lama, tapi sampe sekarang masih belum nemu jawabnya, akhirnya saya sms ustadz nih :). Saya masih ingin liqo (lagi). Jujur, ada rasa kangen ketika ga' ketemu teman2 liqo. Sampe skrg, saya juga belum menghubungi MR, masih nyari waktu yg tepat, dan sedang merancang utk merasionalisasikan alasan saya bolos liqo slama 1 bulan ni. Inikah yg disebut FUTUR itu??


"Kalo antum menilai bahwa liqo adalah kbaikan dan mmbawa kbaikan, maka datanglah ke liqo lagi. Ga usah nghubungi mr akh, datang aja waktu liqo. Kalo ditanya, jawab aja apa adanya, meskipun antum ga akan mnrima jawaban yg mmuaskan. Ada saat dimana banyak prtanyaan dibenak kita tntang jamaah ini, dan pada suatu hari pertanyaan itu akan terjawab oleh kesabaran kita mlalui smua proses. Bukan hanya antum, banyak ikhwah juga pernah mngalami kondisi kayak antum, termasuk saya. Tapi apakah diamnya dan brhntinya kita mlalui proses brjamaah, kmudian pertanyaan itu akan terjawab? Yg ada ttap sabar dan trus blajar, karna mungkin kita masih mmrlukan waktu utk blajar lebih banyak utk mnjadi faham.


"Partai ini hanya sbg salah satu wasilah (alat) utk berbuat kbaikan dlam bidang politik, dia bukan tujuan. Maka yg harus kita fahami brsama, dalam liqo tidak boleh dominan unsur politik dan partainya saja, dan kmudian mengenyampingkan unsur2 lainnya. Kalo hanya dominan salah satu unsur maka akan ada ktimpangan.."


"Bgitu juga ktika unsur partai tidak kita dapatkan dalam liqo, akan trjadi ktimpangan pmahaman juga. smuanya harus pas dalam porsinya. Tujuan partai adalah kapitalisasi suara dalam pmilu yg punya hitung2an angka. Sedangkan mncari ilmu, dan brdakwah ukurannya bukan angka2, tapi sjauh mana kita bisa mrubah kondisi masyarakat mnjadi lebih baik."


"Itulah proses pengamalan islam, karna ada tujuan besar yg ingin dicapai. Dan tujuannya bukan partai menang saja. Ttapi, bagaimana smua amal kita mnjadikan masyarakat kita masyrakat yg lbih baik dalam sgala hal."


"Jadi, dateng ke liqo lagi ya. inget 1 hal, ketaatan kita pada qiyadah adalah ketaatan yg brdasarkan pmahaman. Dan pmahaman hanya akan kita dapatkan ktika kita trus blajar dan blajar... Jadikan liqo sbagai salah satu sarana blajar kita utk lebih baik lagi."

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search