[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Usia dan Kematangan (Dewasa)

[caption id="attachment_758" align="aligncenter" width="300"]http://inspirably.com http://inspirably.com[/caption]

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman kirim pesan via sms:


"Kematangan seseorang dalam berfikir dan bersikap... kedewasaan seseorang dalam menyelesaikan masalah itu bisa dilihat dari umur ga'?"


Sempat berpikir keras menjawab pertanyaan ini, pasalnya  di umur saya yang sekian, masih ngerasa belum bisa dewasa, masih cenderung kekanak-kanakan secara wajah saya inih kan masih imut-imut (Hihihi :)) tapi kalo kata teman yang lain bilang, inget jenggot tuh, Ente mah udah ga pantes bilang kaya anak-anak! Hahaha :D


Akhirnya dengan keberanian namun ga’ yakin saya bales pesan itu:


"Harusnya bisa, semakin berumur, harusnya dia semakin matang dan semakin dewasa, tetapi ada hal lain yang juga mempengaruhi, yaitu kesusahan atau perjalanan dan perjuangan kehidupan sehari-harinya.. Mereka yang semenjak kecil/muda kerja keras, akan lebih cepat matang ketimbang mereka yang kecil/mudanya suka foya-foya"


Sambil membaca ulang sms yang saya kirim, dan terus kepikiran, bener ga’ yah jawaban saya ini, saya kan juga belum matang, masa sok pinter kasih jawaban ttg kematangan dan kedewasaan seseorang sih?!! Hmmm.. jangan-jangan teman saya juga ga puas dengan jawaban saya. Akhirnya sudahlah, semoga dia puas, ntar juga kalo ga puas mah nanya lagi koq.


Eh, ga lama masuk lagi sms:


“Saya bisa tau dia dewasa or ga’ itu dari mana?”


Haduh.. ini pertanyaan makin bikin saya galau, jawaban pertanyaan pertama aja saya ragu, eh malah nambah pertanyaan mainstream kaya gini! Lagi-lagi dengan bekal So’ (So’ pintar maksudnya) tapi tetap dengan ga’ meyakinkan saya jawab:


“Ajak ngobrol aja dlu ttg masa lalunya (kehidupannya-red), keluarganya, gimana kesehariannya, cara bisa survive sampe sekarang. Trus ngobrol ttg masa depan, gimana setelah nikah nanti, rencana-rencana masa depannya, liat jawabannya realistis atau ngawang-ngawang (tapi dgn cara ini juga masih ada kelemahan, karena bis jadi jawaban dibuat-buat biar orang percaya”


Huft! Sambil berharap teman saya ini ga bales sms lagi. Jadi kepikiran, bales sms ini rasanya berat banget euy, ngomong mah enak banget, padahal mah yang jawab ini juga belum sama sekali dewasa! Alias masih kolokan, kekanak-kanakan (buktinya masih suka galau dgn hal-hal keduniaan, rizki, jodoh dan masa depan; masih belum juga bisa memutuskan hal-hal yang prinsipil ttg masa depan sendiri)., Huft.. (mengambil napas panjang), harapan saya pudar, karena sms pertanyaannya masuk lagi.


“Selain itu??”


Hm.. apalagi yah? Bingung juga saya nih jawabnya, dan….


“Lewat kegiatan2 di masayarakat, Tanya tetangga2 dia, gimana kesehariannya di masyarakat, aktif ga, atau dia gaul ga atau Cuma nongkrong2 doang? (sms bagian ini saya edit, coz terlalu panjang dan isinya sedikit ga penting, hehe)”


Eh, tiba-tiba dia bales gini:


“Jadi bingung euy”


Koq?? Saya penasaran sama pertanyaan2 yang teman saya ini ajukan, tiba-tiba otak saya kaya ada bunyi mangkok di pukul ama sendok, Clink, clink, clink! Aha! :D, saya inget beberapa hari yang lalu dia ngabarin kalo dia dijodohin (lebih tepatnya dikenalin sama seseorang oleh orang tuanya), lalu saya beranikan diri nanya:


“Bingung kenapa lagi? Hmm.. ini tentang perjodohan itu yah??”


Dan benar saja! Dia jawab:


“Hehe.. iyah. Udah ah, berjalan seperti aer aja, pusing kalo dipikirin mah”


Hmmm.. masih senyum2 dengan sms yang terakhir ini, dengan bijak saya bales:


“Kamu minta lah pendapat sodara2mu, pasti mereka punya pendapat, mereka tau kamu, nah.. orang asing yang dikenalin itu cocok ga kalo nanti jadi sodaranya, hehehe :D, Ciyeee ciyeee yang mau kawin (nikah)”


“Hahahaha.. ujung-ujungnya ngeledek :D”


**


Okey, buat teman-teman yang akan segera menggenapkan separuh agamanya, niatkan dengan baik, niatkan untuk beribadah kepada Allah swt, ingin mencontoh sunah Nabi-Nya, bukan karena niat-niat keduniaan yang lain.  Semoga dengan meniatkannya dengan baik, Allah senantiasa memudahkan segala urusanmu, dan memberkahi setiap pekerjaan/amal yang kamu lakukan, aamiin.


Di penghujung tulisan ini tak berlebihan jika saya sisipkan hadits Rasulullah saw:


Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." (HR. Muslim, no. hadits 1400).


Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.


#Semoga saya segera menyusul ^_^’





[caption id="attachment_759" align="aligncenter" width="500"]http://25.media.tumblr.com http://25.media.tumblr.com[/caption]

 

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search