[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Asal Nyomot [Darwis Tere Liye]

Image


[Apa yang tidak pernah, bukan berarti]


Apa yang tidak pernah tersampaikan oleh kata-kata. Bukan berarti dia tidak pernah tersampaikan


Apa yang tidak pernah dituliskan oleh huruf-huruf. Bukan berarti dia tidak pernah dituliskan


Apa yang tidak pernah dikirimkan lewat pak pos, mamang kurir, atau sekadar angin, perantara bulan purnama, bintang-gemintang. Maka bukan berarti dia tidak pernah dikirimkan


Apa yang tidak pernah dihamparkan di atas rumput menghijau, di atas halaman sekolah, atau sekadar di langit-langit kamar. Maka bukan berarti dia tidak pernah terhamparkan


Wahai, boleh jadi sungguh hal itu telah disampaikan, oleh kerling mata. Boleh jadi sungguh sudah dituliskan, lewat gesture wajah. Mungkin saja sudah dikirimkan, melalui simbol-simbol laksana simbol asap suku pedalaman. Dan bahkan telah dihamparkan melalui semuanya, segalanya


Tidakkah kau mengerti?


Sungguh, apa yang tidak pernah dibisikkan oleh mulut kita. Bukan berarti dia tidak pernah dipanjatkan. Dipanjatkan lewat doa-doa, lewat diam, lewat keheningan hati yang terhormat. Maka menjalin tinggi ke atas sana. Menunggu jawaban yang pasti dan melegakan hati. Tidak akan merugi bagi yang paham.


***
[Bukankah, atau bukankah]


Bukankah, banyak yang berharap jawaban dari seseorang? yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya. "jadi, jawaban apa yang harus diberikan?"


Bukankah, banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa. "aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?"


Bukankah, banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang. yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji. "kau menungguku? sejak kapan?"


Bukankah, banyak yang menambatkan harapan. yang sayangnya, seseorang itu bahkan belum membangun dermaga. "akan kau tambatkan di mana?"


Bukankah, banyak yang menatap dari kejauhan. yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain


Bukankah, banyak yang menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2. yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama. pun bagaimanalah akan membacanya


Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak. Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan. Ada yang mekar indah senantiasa terjaga. Ada yang layu sebelum waktunya. Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga. Tapi juga berakhir bahagia.


---


Tulisan ini hasil 'comot' dr Fanpage nya Darwis Tere Liye :D

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

1 comment

  1. seneng banget bisa nemu tulisan terinspirasi oleh Tere Liye... salah satu penulis favoritku lewat beberapa karyanya ^_^

    ReplyDelete

Start typing and press Enter to search