Berani Memilih*
Pada satu waktu, terkadang kita harus dihadapkan [atau dibenturkan] dengan sebuah keputusan yang harus kita ambil. Berat, mungkin.. ketika kita benar-benar harus dihadapkan pada sebuah pilihan, apalagi pilihan tersebut harus 'melukai' satu sisi dari perasaan kita.
Namun, begitulah kehidupan.. mau ataupun tidak kita harus tetap memilih satu jalan yang akan kita lalui, karena kita takkan pernah bisa berjalan pada dua jalan yang berbeda pada saat yang bersamaan.
Memilih juga membutuhkan persiapan. So, bersiap-siagalah! :)
***
Dilema Ekspektasi
Oleh: Adjie Wicaksana
Dalam satu jenak waktu, terkadang ada dua kutub yang berlawanan, antara meneruskan atau menunda. antara berlari sendiri atau menunggu bersama. antara menahan atau melepaskan.
bukankah jika terdapat tujuan akhir yang jelas, keduanya bisa jadi kebaikan? karena meneruskan berarti melanjutkan perjuangan, menunda berarti bersabar atas kondisi sekitar.
namun dalam beberapa kondisi, kita benar harus memilih. dan peluang yang ada, membuat kita kadang tidak bisa menunggu lebih lama. karena pada prinsipnya, menunggu bukanlah kegiatan pasif, namun kegiatan aktif mempersiapkan untuk menyambut sesuatu. jika memang ada semangat mempersiapkan diri, maka menunggu menjadi berarti.
hanya jika tidak ada semangat itu, maka menunggu hanya membuang waktu tanpa batas akhir yang baku.
bukankah saat itu sebaiknya kita melanjutkan dan menjadi teladan? agar mereka belajar untuk berani. agar mereka belajar untuk mengerti. agar membuat mereka ingin berlari.
karena tidak ada salahnya menjadi gedung tinggi menjulang yang menerangi, bukan?
#beranimemilih
No comments:
Post a Comment