Tugas Ayah memilihkan pasangan hidup untuk putrinya*
| Ilustrasi: belajarbersahaja.wordpress.com |
2) Bahwa tugas si Wali adalah turut giat mencari seorang lelaki bertaqwa, untuk dia alihkan tanggungjawab atas putri tercinta padanya. #nkh
3) Seperti seorang Ayah baik hati yang bertanya pada Al Hasan ibn 'Ali; "Nasehati aku; pada siapakah aku harus menikahkan putriku?" #nkh
4) "Nikahkan putrimu pada pria bertaqwa", jawabnya, "Jika cinta, dia akan memuliakannya. Jikapun tak cinta, dia takkan menzhaliminya." #nkh
5) Juga seperti pemilik kebun anggur yang menikahkan putri kesayangannya pada sahaya lugu bernama Mubarak; berkah sifat jujur & amanah. #nkh
6) Dan inilah 'Umar ibn Al Khaththab yang kalangkabut ketika menantunya nan gagah, Khunais ibn Hudzafah As Sahmi gugur di perang Badr. #nkh
7) Syahidnya Khunais membuat Hafshah binti 'Umar, wanita mulia nan belia kecintaan Ayahnya itu telah menjanda pada usia 18 tahunnya. #nkh
8) Duka Hafshah amat dalam; inilah suami yang telah mengimami hatinya dalam iman penuh perjuangan & 2 hijrah; ke Habasyah lalu Madinah. #nkh
9) Maka 'Umar yang tahu apa tugas seorang Ayah bergegas seusai masa 'iddah; ditemuinya lelaki kurus & tampan berrambut inai kemerahan. #nkh
10) "Wahai Aba Bakr", ujarnya pada Ash Shiddiq penuh semangat, "Hafshah telah menjanda; maka aku tawarkan padamu untuk menikahinya." #nkh
11) Lelaki teguh, lembut, & berwibawa itu hanya diam & menunduk. Tak sepatah katapun keluar dari lisan mulia yang memang irit bicara. #nkh
12) 'Umarpun berlalu dengan bingung & hati mengganjal. Didatanginya lelaki satu lagi, nan pemalu & ada bekas cacar di wajah gantengnya. #nkh
13) "Wahai 'Utsman", ujarnya, "Sungguh Hafshah telah menjanda & engkaupun juga seorang duda setelah wafatnya Ruqayyah putri Baginda." #nkh
14) "Apakah engkau berkenan jika kunikahkan dia padamu?" Lelaki yang juga berhijrah 2 kali itu terhenyak & pipinya pun merah bersemu. #nkh
15) Tak terbiasa dengan pembicaraan yang begitu langsung; si kesayangan Quraisy itu tersipu-sipu. "Berilah aku waktu 3 hari", tukasnya. #nkh
16) Maka 3 hari tuk mempertimbangkan berlalu pula. Hingga 'Umar merasa pahit di hati, sebab 'Utsman dengan halus menyatakan undur diri. #nkh
17) "Dalam waktu dekat-dekat ini", katanya, "Aku merasa belum perlu untuk tergesa beristri lagi." Dalam kecewa, 'Umar coba memaklumi. #nkh
18) Maka sepenuh tawakkal dia curahkan rasa hati pada Sang Nabi, "Ya RasulaLlah betapa pilu; 'Utsman menolak menikahi Hafshah putriku." #nkh
19) Sang Nabi tersenyum menghibur dalam doa yang tulus & jujur, "Semoga Hafshah dikaruniai lelaki yang lebih baik daripada 'Utsman.. #nkh
20) ..Dan semoga Allah karuniakan pada 'Utsman perempuan yang lebih baik daripada Hafshah." 'Umar pun lega, meski masih bertanya-tanya. #nkh
21) Lalu semua terjawab indah ketika 'Utsman dinikahkan dengan Umm Kultsum putri Nabi, adik Ruqayyah; hingga jadilah dia Dzun Nurain. #nkh
22) Dan Hafshah pun dinikahi oleh RasuluLlah sendiri; dia mendapatkan sebaik-baik lelaki, semulia-mulia pribadi, sebudi-budi suami. #nkh
23) Dalam kegembiraan & kesyukuran 'Umar, Abu Bakr mendekat & berkata lirih, "Sepertinya ada dongkol di hatimu atas sikapku yang lalu?" #nkh
24) "Betul", jawab Al Faruq. "Ketahuilah", ujar Ash Shiddiq tenang, "Saat kau menawarkan Hafshah, maka aku amat ingin menerimanya." #nkh
25) "Mengapa tak kau katakan?", tukas 'Umar. "Sebab aku mendengar RasuluLlah juga telah menyebut-nyebut nama Hafshah!", sahut Abu Bakr. #nkh
26) "Itu juga mengapa tak kau sampaikan?", cecar 'Umar. "Sebab aku takkan membuka rahasia RasuliLlah pada siapapun", jawab Ash Shiddiq. #nkh
27) "Ketahuilah, seandainya RasuluLlah tak berhendak menyunting Hafshah, pastilah aku yang termula-mula melamarnya padamu", pungkasnya. #nkh
28) Betapa terbaca keluhuran pada kisah mereka. Ayah yang mulia. Sahabat setia lagi tepercaya. Cinta suci & pengorbanan bakti meraja. #nkh
29) Shalawat-salam tercurah atas RasuliLlah; terlimpah tuk keluarga jua sahabatnya; & moga terliput kita semua dengan mencintai mereka. #nkh
30) Esok pagi; buatkan kopi tuk Ayahanda & bisikkan agar lusa Jumatan mengamati; siapa tahu calon menantu di shaff terdepan menanti;D #nkh
31) Bagi yang ayahandanya telah tiada; maka Wali lain menggantikan perannya; kakek, paman, abang, & adik lelaki. Semoga Allah berkahi. #nkh
32) Hati ini selalu haru kala sesekali usai berkhuthbah & mengimami Jumat; muncul wajah teduh bertanya, "Apa Nak Ustadz sudah menikah?" #nkh
33) Dengan mata berkaca, jawabnya selalu "AlhamduliLlah sudah Pak, mohon doa agar keluarga kami barakah"; dan beliau-beliau tersenyum. #nkh
34) Saya senantiasa menjabat erat tangan mereka dalam doa; sungguh tanya mereka adalah ibadah agung seorang ayah memenuhi hak putrinya. #nkh
35) Dalam malu atas sangka baik mereka pada diri; terpanjat harap moga para ayah, kakek, paman, & saudara lelaki mengilmui hal ini. #nkh
36) Moga tutur ini jadi renungan; tak ada yang memalukan dalam mengupayakan ridha Allah di jalan halal. Selamat rehat Shalih(in+at:) #nkh
***
*Sumber: Kultwit Ust. @salimafillah (yang di-chirp oleh @AfrizalRamadhan) http://chirpstory.com/li/92304
***
Note: Perubahan pada judul (berbeda dgn yg di Chirpstory). Semoga repost kultwit ini menambah ilmu serta dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah swt senantiasa memberkahi Ust. Salim A. Fillah (Penulis) dan akhi Afrizal Ramadhan yang sudah me-chirp kultwit ini, dan semoga antum berdua berkenan kultwit ini ana repost di blog. Syukron, Jazakumullah khoir :)
No comments:
Post a Comment