10 Tips Keuangan untuk Usia 20-an
VIVA.co.id - Perencanaan keuangan adalah prioritas terakhir bagi kebanyakan kaum muda yang baru menginjak usia 20-an.
Tapi tahukah Anda bahwa membuat keputusan yang cerdas atas uang yang Anda miliki saat ini, adalah kunci untuk memperoleh kehidupan makmur. Iya, betul, kehidupan yang makmur itu adalah usaha keras yang harus Anda lakukan sejak dini. Dari sekarang!
Berikut, adalah tips-tips keuangan yang bisa Anda coba di usia 20-an:
Tetapkan tujuan yang realistis
Bermimpilah dan tetapkan tujuan pasti. Tanpa tujuan yang spesifik di pikiran Anda, menabung adalah hal yang berat untuk dilaksanakan.
Jangan terpusat pada tujuan jangka pendek, alih-alih pusatkan perhatian pada tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang, seperti membeli properti sendiri atau mempersiapkan dana pernikahan.
Segera, setelah tahu apa yang Anda inginkan, buatlah rencana untuk membuatnya terjadi.
Buatlah daftar hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan saat ini untuk membuatnya jadi kenyataan, seperti menabung sekian rupiah setiap bulannya atau naiklah angkutan umum untuk berangkat kerja ke kantor. Lalu, tetapkan deadline, atau tenggat waktu untuk memenuhi tujuan Anda.
Merencanakan dengan baik tujuan di masa depan [Positif mengapai rencana keuangan jangka panjang] akan membuat Anda termotivasi untuk menabung dan berhemat, daripada membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak jelas.
Cobalah membuat anggaran bulanan 50-30-20
Tidak tahu bagaimana caranya membuat anggaran bulanan? Perencana keuangan menyarankan Anda menggunakan metode 50-30-20.
Ini berarti bahwa 50 persen dari pendapatan Anda harus dipergunakan untuk membayar tagihan, tagihan bulanan, dan kebutuhan belanja bulanan lainnya.
Nah, 30 persen dari pendapatan Anda, dapat dipergunakan untuk biaya gaya hidup. Sedangkan 20 persen sisanya harus Anda tabung.
Tinggal di rumah bersama orangtua
Salah satu hal yang harus Anda syukuri menjadi orang Indonesia adalah Anda tidak diharuskan keluar dari rumah setelah lulus kuliah. Terutama, dari sisi menghemat anggaran bulanan.
Kalau cukup masuk akal buat Anda untuk tinggal bersama orangtua, kenapa tidak Anda lakukan?
Tinggallah bersama orangtua Anda sampai umur 25 tahun misalnya, dan simpanlah uang Anda yang harusnya dipergunakan untuk membayar makanan dan menyewa rumah.
Pada saat usia Anda mencapai 25 tahun ke atas, setidaknya Anda bisa menyimpan sejumlah uang yang bisa dipergunakan untuk membayar uang muka cicilan rumah, atau bahkan menjalankan rencana Anda untuk keliling dunia.
Belanjakan sesuai kebutuhan
Godaan paling berat dalam kehidupan sehari-hari adalah menghadiahi diri sendiri, setelah bekerja keras sekian lama, atau bahkan memamerkan apa saja capaian Anda selama ini dengan berbelanja makanan, pakaian, dan gadget.
Bagaimana pun, gaya hidup konsumerisme ini dapat mengganggu Anda dari tujuan keuangan jangka panjang.
Pepatah bijak mengatakan bahwa untuk mendapatkan stabilitas dalam keuangan adalah hidup di bawah pendapatan Anda, yaitu hiduplah dan belanjakan uang seolah-olah Anda mendapatkan kurang dari apa yang Anda dapatkan saat ini.
Buatlah rencana auto debit
Ketika dorongan berbelanja dengan royal menjadi berlebihan akan sangat membantu apabila Anda memiliki “tabungan yang dipaksakan”, atau biasa dikenal dengan tabungan mapan.
Biasanya pihak bank akan mendebit secara rutin tiap bulan dari tabungan Anda, sejumlah uang yang menjadi kesepakatan bersama, dan kemudian dikelola oleh pihak bank untuk investasi.
Langkah ini bukan hanya dapat menyelamatkan uang Anda, tapi juga membuat tabungan Anda berkembang melalui investasi yang dibuat oleh manager investasi Anda.
nvestasi
Sebenarnya bukan hal yang mahal berinvestasi pada saham dan reksa dana. Pada kenyataannya, ada beberapa perusahaan pialang saham. atau reksa dana yang menawarkan cara terjangkau buat Anda untuk mempunyai simpanan jangka panjang bahkan dengan investasi yang cukup kecil.
Memang risikonya cukup besar, tetapi intinya adalah lakukan riset terlebih dahulu dan bandingkan harga di pasaran sebelum membuat keputusan.
Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan pialang saham Anda dan pastikan Anda mendapatkan skema investasi terbaik dan paling cocok dengan kondisi keuangan.
Asuransikan diri Anda
Lindungi diri Anda dari kecelakaan, asuransikan diri Anda. Hal terpenting dari usia 20-an adalah Anda bisa mendapatkan harga asuransi di bawah 500 ribu rupiah setiap bulannya.
Semakin muda usia Anda, semakin rendah biaya yang Anda keluarkan, karena masuk dalam kategori lebih sehat daripada orang-orang yang sudah berusia lanjut, atau bahkan telah menjadi orangtua.
Hindari jebakan kredit
Pergunakan pembiayaan toko, kartu kredit, serta kredit tanpa agunan dengan bijaksana. Memang mereka adalah solusi mudah dan cepat jika Anda menginginkan telepon genggam baru misalnya.
Namun, jika Anda tidak mengontrolnya dengan baik, utang Anda akan menjadi spiral yang sulit untuk dikendalikan.
Sebelum membeli sebuah barang dengan cara kredit, pikirkan baik-baik terlebih dahulu apakah barang tersebut dapat bertahan lama.
Contohnya, jika Anda mengambil cicilan telepon genggam selama tiga tahun, apakah setahun ke depan telepon genggam tersebut tidak akan ketinggalan jaman atau bahkan turun harga apabila dijual kembali. Pikirkan baik-baik sebelum membeli.
Carilah sumber pendapatan lain selain gaji
Salah satu cara cepat buat Anda untuk dapat menabung banyak uang adalah lihat kemampuan pada diri Anda, apakah ada kemungkinan Anda dapat menambah penghasilan dengan kemampuan tersebut?
Kalau Anda jago di bidang matematika, gunakan waktu senggang di akhir minggu untuk mengajar anak SMP, atau SMA.
Kalau Anda suka menulis, carilah majalah, atau website di mana Anda bisa menjadi kontributor di dalamnya. Uang yang Anda peroleh dari sumber yang lain selain gaji dapat Anda alokasikan untuk tabungan.
Sementara itu, gaji bulanan Anda dapat digunakan untuk sedikit bersenang-senang menikmati hidup.
Bagaimana, masih bingung dalam merencanakan keuangan di usia 20-an? Semoga tips-tips tadi berhasil memecahkan kebingungan Anda. Selamat mencoba! (asp)
***
Sumber; Klik
No comments:
Post a Comment