Sebuah Paradoks...
Hfuiiih... Beberapa kali ku menghela nafas agak berat, bukan karena sedang sesak nafas, bukan juga karena tidak bisa nafas... tapi lebih karena obrolan dua pemuda itu...
Pagi ini selepas sholat shubuh berjamaah, saya berencana membangunkan teman2 di sekretariat UKM di kampus. yah di kampus, kebetulan malam tadi saya bermalam di kampus, saya sengaja tidak pulang karena harus ngebantuin teman2 mempersiapkan tempat dan perlengkapan buat acara esok paginya. kami masih harus berjuang untuk mensukseskan acara2 kami yang masih tersisa..
saya agak terkejut ketika sampai di depan sekretariat UKM, terkejut dengan kegiatan yang dilakukan oleh 2 orang pemuda di UKM sebelah, awalnya sih pengen kasih apresiasi karena sepagi ini (selepas sholat shubuh) mereka sudah melakukan kegiatan yang menurut saya jarang sekali dilkukan oleh kebanyakan pmuda hari ini, pun yang statusna mhasiswa. 2 orang pemuda tadi sedang berdiskusi, "wah...keren amat nih masih pagi udah diskusi..." lirihku. agak lama saya coba mendengarkan topik perbincangan mereka (meski dengan sembunyi2 alias nguping, asyik juga topik yang diperbincangkan nih, tentang sebab akibat diturunkannya hukum Allah tapi juga di kolaborasikan dengan hukum2 positif manusia (maklum, yg lg diskusi pernah kuliah di fak.syari'ah), sebab kenapa Allah memerintahkan sesuatu hukum, dan melarang sesuatu. topik seperti ini jarang sekali saya dapatkan di bangku kuliahan.
Allah itu melarang judi bukan semata judinya yang dilarang, tapi juga karena akan ada akibat yang ditimbulkan dari judi tersebut, akibatnya kepada diri sendiri dan orang lain, misalna keluarga & hartanya. kita dilarang minum khamr, itu juga bukan semata khamrnya ang dilarang, tapi ada sebab keanapa ALLAH melarang, apa coba sebabnya? tanya seorang pemuda kepada yang lainna. Apa yah..? jawab pemuda yang satu. lalu pemuda yang bertanya tadi melanjutkan perbincangan, Allah melarang khamr sebabnya adalah khamr adalah penyebab mabuk dan mabuknya itu dilarang, karena kalo lg mabuk bisa berakibat kemana2... krn lg mabuk hilang akal, ga bisa membedakan mana baikl mana buruk. itu sebab nya kenapa Allah mememrintahkan sesuatu dan melarang sesuatu... begitu beberapa isi perbincangan kedua pemuda itu, dan beberapa kali diselingi dengan perbincangan mengenai dosa dan pahala....(dahsyat man!)
lagi2 saya salut sama 2 orang pemuda tadi, mereka bukan dr UKM yang konsen terhadap kegiatan2 keagamaan seperti di UKM saya dan temen2, tapi mereka mau dan sedang berusaha mengasah keilmuan keagamaan mereka di waktu pagi yang masih gelap ini... "Keren" lirihku lagi.
beberapa saat kemudian, entah apa yang membangunkan ke"terlena"anku terhadap perbincangan mereka, tiba2 saya terbersit dalam hati, mereka lagi diskusi tentang dosa dan pahala tapi mereka sudah sholat shubuh belum yah...? secara sadar, saya tidak menemukan 2 pemuda ini berjamaah di mesjid. Hanya 2 orang dosen, 1 mahasiswa ditambah dengan saya yang kebetulan berjamaah. Lalu, dimana 2 pemuda ini sholat? di UKM kah? Ah... agak berat meraba2 2 org ini sholat dhubuh di UKM, krn masjidnya dekat, masa sholat di UKM? masa sih mereka sebegitu malasnya untuk berjalan sebentar saja ke masjid?fikrku makin melayang meraba2 shubuh 2 pemuda ini.
Saya salut dan bangga dengan 2 pemuda ini, jika hal mereka lakukan ini sudah didahului dengan menunaikan kewajiban mereka kepada Tuhannya. Dosa dan pahala adalah 2 hal yang digambarkan oleh sang Pencipta agar semua makhluknya tetap ingat kepada-NYA, sehingga manusia senantiasa bersyukur dan beribadah kepada-NYA. Tapi alangkah malangna 2 pemuda ini, jika diskusinya tidak didahului dengan menunaikan kewajibannya terlebih dahulu, mereka berbicara tentang dosa, tetapi tidak sadar telah melakukan dosa karena meninggalkan sujud pada-NYA . Na'udzubillah...
Wallahu A'lam
Pagi ini selepas sholat shubuh berjamaah, saya berencana membangunkan teman2 di sekretariat UKM di kampus. yah di kampus, kebetulan malam tadi saya bermalam di kampus, saya sengaja tidak pulang karena harus ngebantuin teman2 mempersiapkan tempat dan perlengkapan buat acara esok paginya. kami masih harus berjuang untuk mensukseskan acara2 kami yang masih tersisa..
saya agak terkejut ketika sampai di depan sekretariat UKM, terkejut dengan kegiatan yang dilakukan oleh 2 orang pemuda di UKM sebelah, awalnya sih pengen kasih apresiasi karena sepagi ini (selepas sholat shubuh) mereka sudah melakukan kegiatan yang menurut saya jarang sekali dilkukan oleh kebanyakan pmuda hari ini, pun yang statusna mhasiswa. 2 orang pemuda tadi sedang berdiskusi, "wah...keren amat nih masih pagi udah diskusi..." lirihku. agak lama saya coba mendengarkan topik perbincangan mereka (meski dengan sembunyi2 alias nguping, asyik juga topik yang diperbincangkan nih, tentang sebab akibat diturunkannya hukum Allah tapi juga di kolaborasikan dengan hukum2 positif manusia (maklum, yg lg diskusi pernah kuliah di fak.syari'ah), sebab kenapa Allah memerintahkan sesuatu hukum, dan melarang sesuatu. topik seperti ini jarang sekali saya dapatkan di bangku kuliahan.
Allah itu melarang judi bukan semata judinya yang dilarang, tapi juga karena akan ada akibat yang ditimbulkan dari judi tersebut, akibatnya kepada diri sendiri dan orang lain, misalna keluarga & hartanya. kita dilarang minum khamr, itu juga bukan semata khamrnya ang dilarang, tapi ada sebab keanapa ALLAH melarang, apa coba sebabnya? tanya seorang pemuda kepada yang lainna. Apa yah..? jawab pemuda yang satu. lalu pemuda yang bertanya tadi melanjutkan perbincangan, Allah melarang khamr sebabnya adalah khamr adalah penyebab mabuk dan mabuknya itu dilarang, karena kalo lg mabuk bisa berakibat kemana2... krn lg mabuk hilang akal, ga bisa membedakan mana baikl mana buruk. itu sebab nya kenapa Allah mememrintahkan sesuatu dan melarang sesuatu... begitu beberapa isi perbincangan kedua pemuda itu, dan beberapa kali diselingi dengan perbincangan mengenai dosa dan pahala....(dahsyat man!)
lagi2 saya salut sama 2 orang pemuda tadi, mereka bukan dr UKM yang konsen terhadap kegiatan2 keagamaan seperti di UKM saya dan temen2, tapi mereka mau dan sedang berusaha mengasah keilmuan keagamaan mereka di waktu pagi yang masih gelap ini... "Keren" lirihku lagi.
beberapa saat kemudian, entah apa yang membangunkan ke"terlena"anku terhadap perbincangan mereka, tiba2 saya terbersit dalam hati, mereka lagi diskusi tentang dosa dan pahala tapi mereka sudah sholat shubuh belum yah...? secara sadar, saya tidak menemukan 2 pemuda ini berjamaah di mesjid. Hanya 2 orang dosen, 1 mahasiswa ditambah dengan saya yang kebetulan berjamaah. Lalu, dimana 2 pemuda ini sholat? di UKM kah? Ah... agak berat meraba2 2 org ini sholat dhubuh di UKM, krn masjidnya dekat, masa sholat di UKM? masa sih mereka sebegitu malasnya untuk berjalan sebentar saja ke masjid?fikrku makin melayang meraba2 shubuh 2 pemuda ini.
Saya salut dan bangga dengan 2 pemuda ini, jika hal mereka lakukan ini sudah didahului dengan menunaikan kewajiban mereka kepada Tuhannya. Dosa dan pahala adalah 2 hal yang digambarkan oleh sang Pencipta agar semua makhluknya tetap ingat kepada-NYA, sehingga manusia senantiasa bersyukur dan beribadah kepada-NYA. Tapi alangkah malangna 2 pemuda ini, jika diskusinya tidak didahului dengan menunaikan kewajibannya terlebih dahulu, mereka berbicara tentang dosa, tetapi tidak sadar telah melakukan dosa karena meninggalkan sujud pada-NYA . Na'udzubillah...
Wallahu A'lam
No comments:
Post a Comment