Apatisme dan Gerakan Perlawanan diri
Hfuih.... Setelah kemarin (8/6/10) beberapa orang mahasiswa turun aksi (demonstrasi) kepada pihak rektorat kampus terkait Pemilihan Rektor yang tak transparan. Hari ini (9/6/10), kampus jingga kembali panas, puluhan Mahasiswa kembali memasang otot tegang karena berorasi, beberapa bendera Organisasi intra kampus dikibarkan dan teriakan di keluarkan sebagai tanda perlawanan terhadap ketidakadilan (begitulah beberapa statemen mahasiswa yang ikutan demo). "Hari ini, kita telah di dzolimi, pemilihan rektor yang tertutup mengindikasikan ketidak demokratisan pihak lembaga kepada mahasiswa, ketidaktransparanan, seolah ada ang ditutup-tutupi, padahal kampus ini isinya bukan cuma dosen, bukan cuma pegawai, tapi juga ada mahasiswa yang mempunyai hak atas kemajuan kampus tercinta ini" begitulah kira2 teriakan2 orator aksi...
Hati ini miris rasanya melihat ketidak-adilan di kampus ini, ketidak beresan seolah mewarnai setiap jengkal perjalanan kampus ini. Mulai dari "kegilaan" bebrapa dosen yang tak pernah hadir ke kelas (tiba2 langsung Ujian), dana2 pungutan yang tak pernah jelas juntrungan pengalokasiannya semisal dan POM (Persatuan Orang Tua Mahasiswa) dulu IKOMAH entah kemana larinya dana itu, padahal kalo dihitung2 sudah berapa ratus juta uang yang masuk, kalo kita analogikan 1 orang mahasiswa-baru membayar 1 juta di kali 1000 orang mahasiswa setiap tahunnya sudah 1 miliar terkumpul setiap periode tahun ajaran baru masuk ke dalam dana itu, tapi sampai hari ini tak pula ada hasil yang kelihatan dari dana itu, kalo saja dana yang terkumpul itu di alokasikan untuk membeli buku2 perpustakaan, sudah mewah lah pasti perpustakaan kita, fasilitas kampus yang tak kunjung terpenuhi, masalah buku2 perpustakaan yang tak kunjung bertambah, Huf.. ini hanya baru sebagian saja masalah yang selalu diangkat oleh mahasiswa yang menuntut ketidakadilan, hingga hari ini, ditambah lagi dengan proses pemilihan Petinggi kampus yang tak transparan, hanya buang2 waktu, tenaga dan dana belaka.
Di tengah kemirisan dan kegalauan ini, saya juga lebih miris melihat "kegilaan" para mahasiswa yang berunjuk rasa tadi, saya masih melihat orang2 yang 3 tahun lalu melakukan aksi yang serupa, seingat saya aksi demonstrasi 3 tahun lalu lebih brutal! bahkan sampai melempari kaca2 gedung rektorat dan beberapa ruangan kelas, saat itu saya masih semester 2, dan orang2 yang melakukan aksi itu sudah semseter akhir, dan hari ini, orang2 yang dulu smseter akhir itu ikut kembali melakukan demonstrasi... wah..wah..wah.. berarti sekarang semester berapa yah????
Tuntutan para mahasiswa tadi masih seputar transparansi, ketidak demokratisan pihak lembaga dalam melakukan pergantian pucuk pimpinan kampus, karena tidak mengikutsertakan mahasiswa, fasilitas kampus, dan permasalahan2 yang masih menumpuk di bahu kampus ini. yang menarik, ada berapa mahasiswa yang menuntut masalah kebersihan kampus... ha..ha... saya ketawa, gimana ceritanya mereka menuntut kebersihan, lha wonk di UKM2 mereka aja sampah2 berkeliaran layaknya dedaunan yang tumbang terbawa angin.
Bebrepa Mahasiswa masih melakukan aksinya, saya tertarik melihat sejenak peristiwa itu, dan tepat sekali.... masih berkeliaran orang2 lama yang 3 tahun lalu berdemonstrasi. ditengah hiruk pikuk unjuk rasa itu, hati ini semakin resah, bukan karena tuntutan mereka, bukan karena ketidakadilan ang terjadi, atau bukan karena ketidakberdayaan mahasiswa mengusut semua masalah2 ini, tapi lebih karena sikapku yang menjadi apatis, karena pribadi2 orang2 yang berdemonstrasi itu, menuntut kebaikan tapi diri mereka belum sepenuhnya menginjakkan kaki melakukan proses perbaikan... dan sikap apatis-lah yang saya pilih sebagai gerakan perlawanan diri terhadap semua ini...
Kampus Jingga, 09 Juni 2010
No comments:
Post a Comment