[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Nonton Film bareng yuks...

Pertemuan dengan sahabat2ku pagi ini (25/08/2010) berbeda...
Kami janji ketemuan jam 8 pagi, tapi sebagian kami datang terlambat, yah.. tak apalah.. mungkin karena suasana bulan Ramadhan (he..he.. apologi, karena aku juga termasuk yg terlambat. Sorry bro, untukmu yg tepat waktu).

Kami berkumpul sekitar jam 9, dan langsung memulai agenda kami. Pekan kemarin, kami berencana nonton bareng sebuah film dan membedahnya. dan pagi tadi kami memenuhi niatan kami pekan kemarin, pagi tadi kami menonton Film "Alangkah Lucunya Negeri ini" dan sedikit membedahnya. Film ini kudapat dari seorang kakak kelas ku (dulu) dikampus, dia meminjamkannya dari sebuah rental DVD di cilegon, Makasih te Uus buat DVD yang kau pinjamkan buat kami tonton... (akhirnya kesampaian juga nulis nama te Uus di note-ku, he..he.. ^_^v). Meski kami tidak menghadirkan Sutradara atau pemain utama film itu. Sebisa mungkin aku meghadirkan suasana keakraban bersama mereka, bukan menggurui apalagi sok pintar dalam menggambarkan suasana dan kronologis film tersebut.

Seorang sahabat membuka Laptop bermerek IBM-nya, yang kutaksir laptop mahal pada masanya (sekarang juga merk IBM masih mahal sih), lalu aku memberikan Flasdisk yang sudah ku copy-kan film yang akan kami tonton, sekitar 10 menit kemudian film ter-pause sendiri, aneh.. lalu kumengira2 dalam hati, kayanya laptop IBM sahabatku ini sudah tak kuat meneruskan film ini, dan untungnya ada yang membawa laptop juga. akhirnya kupindahkan flasdisk-ku ke laptop sahabat saya yang satunya lagi. dan kami melenjutkan nonton lagi.

Sebelum kami mulai nonton, aku meminta 1 syarat pada mereka, untuk bisa berkomentar ttg film tersebut, selepas selesai film itu. dan mereka menyanggupinya.

Aku sengaja membiarkan mereka menonton dengan khidmat, aku tak mau mengganggu kekhusyu'an mereka. Sembari sesekali melihat ke layar laptop dan menonton film tersebut. Pagi tadi aku sedang memulai membaca buku yang kemarin kupinjam dari seorang sahabat yang lain. Buku yang menurutku menarik tapi aku baru kesampean membacanya pagi tadi. Aku kembali larut dalam tiap kata, menyelami tulisan2 seorang Salim A. Fillah dalam "Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim", Buku yang sebetulnya kupinjam karena aku ingin mencari sebuah paragraf atau kalimat yang akan kugunakan dalam melengkapi tugas akhirku (semoga tugas akhirku ini segera terselesaikan,. Amin).

Tiap kata dan kalimat dalam buku itu tak kusia2kan, aku semakin larut dengan buku tersebut. Kata2 yang terangkai mengisyaratkan si penulis adalah seorang yang suka membaca, referensi (meski tak ada footnote) yang digunakan sangat kaya. alunan kata2 nya indah, syahdu, namun mantep!, setiap paragraf diisi dengan sebuah melodrama sirah (sejarah) ttg sahabat, salafussalih yang menggetarkan. Menurutku, Meski sirah2 tersebut dirangkai dengan kata2 yang melankolik, namun tidak menghilangkan kesan heroisme sirah tersebut, dan aku semakin kagum dengan setiap kata yang ditulis oleh seorang Salim A. Fillah dalam buku tersebut, dan mungkin jika ustad Salim menulis kembali sirah2 dengan gaya bahasa yang digunakan olehnya, mungkin kita akan mendapati sebuah buku sirah ang luar biasa ,ringan dan enak dibaca, tidak terkesan berat seperti buku2 sirah yang ada sekarang ini. dan mungkin aku merekomendasikan setiap buku yang ditulis oleh Salim A. Fillah untuk dibaca (he..he.. jadi promosi-in Ustad Salim nih ^_^v..)

Kembali ke nonton Film, aku melihat beberapa ekspresi sahabat2 ku yang larut dengan film tersebut. Gelak tawa, keharuan, dan kesyukuran bersahutan dari mulut dan wajah2 mereka karena melihat film tersebut. Aku merekomendasikan juga untuk menonton film ini bagi kalian yang belum menontonnya. mohon maaf, Aku sengaja tidak mengisahkan filmnya dalam note-ku ini, karena biar yang belum nonton, langsung menontonnya sendiri, dan menemukan values/nilai2 yang harus dipetik dari film tersebut. SELAMAT MENCARI dan MENONTON FILMNYA.. ^_^v.

Aku masih larut dengan buku Ustad Salim, hingga aku putuskan untuk menyudahi membaca buku, karena beberapa detik lagi film tersebut sampai ke penghujungnya. dan saat film itu tersudahi, aku sedikit kaget dengan sebuah ending ekspresi salah seorang sahabatku, disaat yang lain kagum dan merasa puas dengan film tersebut, tapi tidak dengan sahabatku yang satu ini, aku mendapatinya menitikkan cairan bening dari kedua sudut matanya...

Allahu Akbar! sungguh lembut hatimu bro, tersentuh dengan sebuah melodrama yang ditata apik oleh sang sutradara dan penulis skenario film tersebut. aku yang telah mengulang2 menonton 3 kali film ini, tak jua sampai menitikkan air mata, tapi engkau, yang hanya baru sekali menontonnya... ah, aku tak bisa berkata2 lagi, semoga ALLAH senantiasa menjaga hati2 kita dan menjadikannya peka terhadap segala sesuatu yang terjadi disekeliling kita. Amin.

Terima kasih sahabat... Kapan2 kita nonton lagi Yuks!

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search