[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Surat terbuka untuk para Qiyadah/pemimpin

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik ALLAH SWT, yang menciptakan manusia dan memeliharanya, yang meninggikan langit, meratakan bumi dan mengalirkan lautan (QS. Ar-Rahman).

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

.....
“maukah kukabarkan padamu tentang ia yang paling merugi ‘amalnya?”
andai boleh ya Allah, aku tak ingin tahu
karena aku takut, aku termasuk di situ
tapi Engkau telah berfirman,
“yaitu orang yang telah sesat upayanya dalam kehidupan dunia,
lalu dia menyangka bahwa dia telah berbuat sebaik-baiknya.”
.....
(di kutip dari tulisan Salim A. Fillah)

“Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya” (al-hadits). Begitulah Rasulullah pernah mengingatkan kepada penduduk dunia.

Jangan sampai engkau termasuk orang-orang yang paling merugi amalnya, seperti yang tertulis dalam kutipan di atas, karena engkau tersesat tetapi engkau menyangka bahwa telah melakukan perbuatan sebaik-baiknya. Na’udzubillah...

Sadarlah wahai qiyadah /pemimpin, engkau dipilih bukan karena parasmu, bukan pula karena duniamu, tapi karena kepercayaan kami kepadamu. Janganlah kau khianati kepercayaan ini. urusanmu bukan hanya memikirkan perutmu... masih sangat banyak yang harus kau pikirkan untuk generasi sesudahmu. Jangan kau sia-siakan amanahmu sebagai qiyadah/pemimpin, karena bisa jadi ini adalah ujian dari sang Kuasa.

Jangan kau terpedaya dengan kenikmatan dunia, karena dunia hanyalah tipu daya dan sementara. Utsman bin ‘Affan pernah berkata: “Sesungguhnya dunia ini terlipat di atas tipu daya, maka kalian janganlah tertipu oleh kehidupan dunia, dan janganlah pula terpalingkan dari Allah swt oleh hal-hal yang memperdayakan...”

Kami rindu kedamaian...
Dari rakyat yang mengidamkan kedamaian.

(Kumpulan Tulisan, by Cholid Aldin on Tuesday, January 12, 2010 )

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search