Belajar dari Nabi Yusuf dan Nabi Ya'qub
Berhenti sejenak pada al-Qur'an surat Yusuf, membacanya, merenunginya dan mari kita mengamalkannya.
Jika sedang dalam keadaan sedih atau susah;
"Ya'qub berkata: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku..." (QS. 12:86)
Ya'qub juga berpesan pada anak-anaknya,
"...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. 12:87)
Lalu amalkanlah perintah ini,
"... sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah" (QS. 12;88)
"Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" (QS. 12;90)
Maka belajarlah kepada Yusuf dan Ayahnya (Ya'qub) tentang cara memaafkan,
"Yusuf berkata; "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para Penyayang" (QS. 12;92)
"Mereka berkata; "Hai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)". "Ya'qub berkata; "aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 12;97-98)
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, sebagaimana Yusuf memberikan tauladan,
".. Dan sesungguhnya Tuhan-ku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudarku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (QS. 12;100)
Lalu bersyukurlah, sebagaimana Yusuf pada kala itu,
"Ya Tuhan-ku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkau-lah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh." (QS. 12;101)
Jika sedang dalam keadaan sedih atau susah;
"Ya'qub berkata: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku..." (QS. 12:86)
Ya'qub juga berpesan pada anak-anaknya,
"...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. 12:87)
Lalu amalkanlah perintah ini,
"... sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah" (QS. 12;88)
"Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" (QS. 12;90)
Maka belajarlah kepada Yusuf dan Ayahnya (Ya'qub) tentang cara memaafkan,
"Yusuf berkata; "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para Penyayang" (QS. 12;92)
"Mereka berkata; "Hai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)". "Ya'qub berkata; "aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. 12;97-98)
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, sebagaimana Yusuf memberikan tauladan,
".. Dan sesungguhnya Tuhan-ku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudarku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (QS. 12;100)
Lalu bersyukurlah, sebagaimana Yusuf pada kala itu,
"Ya Tuhan-ku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkau-lah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh." (QS. 12;101)
No comments:
Post a Comment