[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Alumni dan Beasiswa (Sebuah ide)

Ilustrasi: blueprintere.com
Beberapa hari yang lalu berkesempatan mampir ke rumah pasangan suami isteri (Akh Mukhtaruddin dan Teh Fahiroh) di Cilegon, menyempatkan mengobrol beberapa hal tentang aktifitas kita masing-masing, lalu sampai pada satu topik pembicaraan seperti ini:

Akh Mukhtar : “… Iya nih, kita ini terkadang kalo sudah lulus, sudah aja, ngilang aja, kagak tau dah kemana perginya, padahal kan seharusnya kagak gitu, masih ada 'misi' yang harus diselesaikan, mereka (alumni) juga harus ikut serta bertanggungjawab terhadap adik-adik di kampus...” [sambil bersitatap dengan istrinya)”

Saya : “Waduh, tanggungjawab?! aye mah kagak ikutan dah brader, hehe"

Akh Mukhtar : “Yee.. ente juga harus ikutan lah”

Dari obrolan ini, mengingatkan saya tentang lintasan pikiran liar cenderung aneh yang dulu pernah nyangkut di pikiran saya, tentang suatu hal. Saya jadikan monolog seperti ini :

“Oke, sekarang kita ibaratkan ada 20 orang, eh.. 10 orang aja, kalo ngebayangin gak usah banyak-banyak, hehe… 10 orang itu patungan/urunan 20.000 perorang/bulan, perbulan lho yah bukan perhari, masa iya ga bisa nyisihin duit 20.000 perbulan?, jadi berapa tuh? Kita sudah ngumpulin 200.000 perbulan, Terus 1 semester itu brapa bulan? 6 bulan kan. Jadi 6 bulan dikali 200.000, jadi 1.200.000. rata-rata SPP kampus berapa? Minimal 1.000.000, nah duit yang kita kumpulin itu cukup buat ngebayarin SPP 1 semester, iya kan? Lalu kita bayangin kalo orangnya ada 20, kita punya dana untuk ngasih beasiswa sekitar 2.400.000, cukup untuk ngasih beasiswa 2 orang! Iya kan? Ga kebayang kalo orangnya makin banyak atau urunan besaran uangnya makin besar, sudah berapa duit yang kita kumpulin, dan sudah berapa orang yang kita kasih beasiswa, gampang kan? Jadi, sebetulnya hal seperti ini bukan masalah bisa atau tidak bisa, tapi masalah mau atau tidak”

“Lalu, siapa yang kita kasih beasiswa?”

“Tinggal kita pilih dari kader-kader kita. Kriterianya yang tidak mampu atau prestasi, atau bisa dua-duanya”

“Gimana cara seleksinya?”

“Hmm.. gini, beasiswa tidak mampu kita survey siapa kader kita yang secara ekonomi kurang mampu. Kalo yang prestasi kita sepakati, prestasi apa yang akan digunakan sebagai standar, IPK, keaktifan dalam organisasi, atau kita bikin seleksi lewat lomba gitu, lomba karya tulis gitu, yang bagus makalahnya, bagus penyampaiannya, dia yang menang! Iya kan, gimana sepakat?”

“Sebentar, sebentar.. kalo ininya mah keliatannya gampang, terus siapa donaturnya??”

“Nah, ini dia yang harus kita bahas, ga mungkin kan mereka yang masih mahasiswa?? Lha mereka saja masih disubsidi sama Enyak-Babeh”

“Gimana kalo alumni?? Alumni kita bayak kan?? Pasti sudah pada punya penghasilan kan? Kita minta saja mereka buat jadi donator, gimana sepakat??”

“Hehe.. yang ditanya jangan saya laah, yang ditanya para alumninya, sepakat kagak?!”

“Eh.. eh.. eh... gimana kalo duitnya jangan buat beasiswa? Kita alihkan untuk hal-hal yang lebih produktif??”

“Hmmm… bisa-bisa, apa contohnya?”

“Nah itu ayo kita pikirkan bareng-bareng”

“^@&@#*&*$@($($()_$_)_"


***
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (H.R. Muslim)

Sahabat Abi Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa menolong orang mukmin dari suatu kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan baginya kesusahan kelak di hari kiamat. Barang siapa menutupi cela orang mukmin, maka Allah akan menutupi cela dirinya di dunia dan akherat. Dan barang siapa memudahkan orang mukmin yang sedang berada dalam kesempitan (ekonomi), maka Allah akan memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selagi dia mau menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidak ada sekelompok orang yang duduk di dalam masjid sambil membaca dan tadarus Al Qur’an kecuali mereka dilingkari oleh para malaikat, serta diberi ketenangan jiwa dan rahmat. Dan Allah menyebut-nyebut nama mereka di hadapan para malaikat yang berada di sisi- Nya. Barang siapa malas beramal, maka akan terlambat dalam memperoleh surga.” (H.R. Muslim).

***
Karena semua tak lagi bisa berkontribusi secara langsung, mengapa tak kita difasilitasi?^^

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search