Nasihati Aku Tentang ke-Ikhlasan
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al Baqarah [2]: 286)
***
Sore tadi ada pesan masuk, "Lid, kasih nasehat dong, lagi sedih nih"
Hah!?! Sebegitu sudah tua kah saya sampe dimintain nasehat?? Ckckkck, saya bales aja sekenanya, "Beuh... Kaya saya nya Kiyai ajah pake minta nasehat segala! :|"
"Huh, nasehat sesama teman tau"
Lalu saya jawab, "Hmm.. Nasehat itu hrs sesuai tema, ini temanya apa? Hehe"
Belum Sempat teman saya bales sms, saya buru2 kirim sms lagi, "Temanya jangan Cinta yah, saya belum punya Cinta, hihihi :)"
"Huh, ribet amat.. Temanya Keikhlasan deh"
"Hah??!.. MasyaAllah, nasehat tentang Ikhlas? Saya aja sampe sekarang belum faham tentang ikhlas itu apa, saya masih belajar Ikhlas!. Yang saya tahu Ikhlas itu susah, tapi justru karena susah itu, harus selalu diusahakan. Ikhlas itu berat, tapi harus terus coba kita angkat. Eh, ikhlas itu engga mudah! Iya saya juga tahu ikhlas tu engga mudah, karenanya dicoba terus, terus dan terus! :)"
***
Ada yang bilang, Ikhlas itu satu paket dengan Sabar, keduanya tak bisa dipisahkan. Kalo kita ga bisa ikhlas, brarti kita ga sabar (dengan sesuatu). Kalo kita ga bisa sabar, berarti kita belum ikhlas (dengan sesuatu). Sehingga jika kita bisa sabar, insyaAllah kita (sudah) bisa ikhlas, dan (insyaAllah) juga begitu juga sebaliknya.
Aa Gym di fanpage nya pernah nulis seperti ini: Sabar itu.. ilmu tingkat tinggi, belajarnya tiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya mendadak, sekolahnya seumur hidup, hadiahnya kebahagiaan dan kemuliaan dunia akherat.
Jika sabar dan ikhlas adalah satu paket, maka dalam kesabaran itu sesungguhnya Allah sedang mengajarkan kita tentang keikhlasan. Dan jika kamu bertanya tentang Keikhlasan, kita berhusnudzon saja bahwa Allah juga sedang meminta kita untuk belajar Bersabar.
Sakali lagi, kalo kamu bertanya tentang keikhlasan? Ikhlas itu apa? Bagaimana caranya ikhlas? Aah.. Saya juga tidak tahu, simpulkan sendiri aja yah, hehe :)
Apapun itu, semua akan indah pada waktunya^^'
***
Ikhlas itu kata kerja, bukan kata benda. Ia akan bergerak terus mengalami proses. Sehingga, ikhlas harus diusahakan. Tidak cukup hanya dengan berkata, "Aku ikhlas" dan semuanya selesai. Itu baru permulaan, untuk kemudian harus menata hati dan mempertahankan rasa ikhlas itu dalam hati. Seperti daun... meluruhkan diri untuk kehidupan pohon | Langit11
***
Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. | Tere Liye
[caption id="attachment_830" align="aligncenter" width="500"]
Tiba-tiba teringat tweet terakhir Ust. Jefry al-Buchori:
Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd "DIA" pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut.."
***
“Kalau Aku uji kamu dengan kesusahan, kamu tidak mau bersabar, dan kalau Aku uji kamu dengan nikmat, kamu tidak mau bersyukur, maka pergilah kamu dari muka bumi dan langit Allah ini dan pergilah cari Tuhan yang lain.” (Hadits Qudsi)
Wallahu a'lam Bishowab.
No comments:
Post a Comment