[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Saya mau nyalon jadi menantu idaman mertua*

caritacampurrattu.blog***t.com caritacampurrattu.blogspot.com


[Di sebuah Resto]

“Ada kabar apa di Serang?” Tanya seorang lelaki pertama memulai pembicaraan

“Lagi rame pilkada walikota” jawab lelaki kedua, sesambil membetulkan posisi makanan dan minuman yang baru saja diantar oleh pelayan

“Lo ga ikutan nyalon? Hehe :)” canda lelaki pertama

“Do’a-in yah, insyaAllah saya juga mau ikutan nyalon” sesambil menyungging senyum

“Serius Lo?” Tanya lelaki pertama penasaran

“Iyah, serius” jawabnya pasti.

“Nyalon walikota atau caleg?” tambah penasaran

“Humm.. bukan keduanya. saya mau nyalon jadi menantu idaman mertua” senyum lebar :D

“”Hwahahahahhaha…” Tertawa bersamaan :D :D

Lelaki pertama melempar kepalan tisu ke lelaki kedua :)

***

Malam ini, tiba-tiba terkenang kembali pesan kakak beberapa hari lalu:

“Suatu waktu..” sang kakak memulai nasihatnya, “jika seorang lelaki datang ke rumah seorang perempuan (dengan maksud ingin menghadap keluarga perempuan), lihatlah perangai lelaki itu, bagaimana cara ia bersikap, caranya bertutur, caranya menyampaikan niat, maksud tujuannya datang. Hal ini tentang value dari lelaki tersebut, niat baiknya, keseriusannya dan keberaniannya menghadap orangtua perempuan.”

Lalu…,” sang kakak menambahkan, “…lihat juga penampilan sang lelaki, ini bukan soal kegantengan, ini tentang bagaimana si lelaki memperlakukan dirinya, terutama tentang kebersihan dirinya. Mungkin ini terlihat sepele, tapi cobalah curi pandang kuku-kukunya, rapi, bersih ataukah kotoran berwarna hitam masih menempel di kuku-kukunya. Kelihatannya seperti hal sangat sepele, tapi ini bisa jadi cerminan si lelaki tentang kebersihannya.”

Sempat terdiam dan bertanya-tanya dihati, sebegitu harus detailkah seorang lelaki diperhatikan sedemikian rupa, hingga ketika lelaki datang ke rumah seorang perempuan sampai dilihat kebersihannya, dan cerminannya adalah dari hal yang [mungkin] kita anggap sepele, yaitu dari kuku-kukunya yang terlihat bersih dan rapi. Ah.. gagal faham saya tentang hal ini, tapi tetap berusaha memahaminya. Lalu teringat sebuah ungkapan (saya lupa ini hadits atau ungkapan biasa, karena belum menemukan riwayatnya): “Allah itu Indah (termasuk di dalamnya bersih) dan Allah menyukai keindahan”.

“..dan yang paling penting” sang kakak masih melanjutkan nasihatnya “..dari semua hal tentang lelaki itu [bahkan setiap orang] ialah shalatnya. Lihatlah bagaimana lelaki itu shalat. Rukunnya, sunnahnya, gerakannya, thuma’ninah-nya dan juga bacaan al-Qur’annya (benar dan fasih bacaanya; bagian ini bisa terlihat ketika pada shalat-shalat yang jahr (Maghrib, Isya’ dan Shubuh).”

“Ajak jadi imam aja sekalian” sahut kakak ipar (sayup terdengar di telpon)

“Ajak dia shalat..” lanjutnya “kalo shalatnya di rumah, persilakan ia mengimami. Karena mau tidak mau, lelaki harus menjadi imam di keluarganya, bukan hanya Imam dalam shalat tapi juga dalam semua aspek kehidupan berkeluarga, menjadi imam untuk istri dan kehidupan keluargnya. Tapi, jika shalat di masjid, berdirilah di sampingnya, perhatikan bagaimana ia shalat. Semoga ia adalah lelaki yang baik dalam laku dan shalatnya.” Sang kakak menyudahi nasihatnya, “Ajak ngobrol dia, dampingi bersama orangtua kita, ini diperlukan untuk mengurangi gap dengan orangtua kita.”

Hmmmfh.. [membuang nafas berat]. Merenungi nasihat bagian akhir ini, ya Allah… rasanya berat sekali ketika berbicara tentang shalat, teringat sebuah ucapan Nabi saw : “Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Barangsiapa yang baik shalatnya, maka baik pula segala amalan yang lain. Dan barangsiapa yang rusak shalatnya, maka rusak pula segala amalan lainnya.” [HR. Thabrani]

Rasa-rasanya, untuk nasihat yang awal, untuk para lelaki masih bisa mensiasati, tapi kalo untuk nasihat yang terakhir, nasihat tentang shalat.. ah.. rasanya ga usah datang ke rumah perempuan deh kalo ga belum bisa shalat, kalo belum benar shalatnya. Hahahahaha :D [sarkas].

Bisa jadi, suatu saat nanti kita juga akan mengalami ini. Maka persiapkanlah! Mari belajar lagi tentang shalat :). Kita ga mau kan satu saat kalo disuruh jadi imam sama orangtua si perempuan, tapi shalat kita plintat plintut, malu!, mau ditaro dimana muka lelaki kita! hahaha :D

***

*Dikembangkan dari nasihat kakak. Nasihat ini tersampaikan via percakapan telpon. Belajar itu dari siapa dan darimana saja. Saya mencuri ilmu dari percakapan ini :D

***

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search