[Latest News][6]

Imajiner
Kampus
Kisah
MOTIVASI
Nasehat

Imam Abu Hanifah, Ahlul Bait, dan Ulama Syi'ah*

Ilustrasi: aliransyiah.com

Keutamaan Imam Abu Hanifah dalam mencintai Ahlul Bait (Keluarga Rasulullah saw.) dan cara-cara ma'ruf yang digunakan Imam Abu Hanifah dalam berdialog dengan ulama Syi'ah. Berikut ini diambil dari akun twitter ustadz @salimafillah (Semoga Allah merahmati beliau, keluarganya dan kaum muslimin), semoga bermanfaat.

***

1) Cicit RasuluLlah SAW, Ja'far Ash Shadiq ibn Muhammad Al Baqir ibn 'Ali Zainal 'Abidin ibn Husain punya murid yang amat mencintainya.

2) Nama murid itu adalah An Nu'man ibn Tsabit yang masyhur sebagai Imam Abu Hanifah. Kecintaannya pada Ahlul Bait RasuliLlah amat dalam.

3) Hingga pada taraf rela menempuh bahaya & mengorbankan diri untuk melindungi An Nafsuz Zakiyah, Muhammad ibn Hasan & saudaranya, Ibrahim.

4) Keduanya adalah pemuka Ahlul Bait yang dikejar-kejar pemerintahan Abu Ja'far Al Manshur dari Daulah 'Abbasiyah karena tuduhan makar.

5) Maka cinta Imam Abu Hanifah pada keluarga RasuluLlah SAW sungguh tak diragukan. Tapi bagaimanakah kemudian sikap beliau terhadap Syi'ah?

6) Suatu hari seorang 'Alim Syi'i mendatangi beliau & bicara panjang tentang keutamaan Sayyidina 'Ali & kebatilan 3 sahabat perampas haknya.

7) Maka bertanyalah Abu Hanifah, "Menurutmu, siapakah yang terbaik di antara ummat Nabi Musa; apakah sahabat-sahabat Musa?" "Ya", jawabnya.

8) "Dan apakah insan terbaik di kalangan ummat Nabi 'Isa 'Alaihissalam adalah sahabat-sahabat 'Isa?", lanjut Abu Hanifah. "Betul", ujarnya.

9) "Inilah yang tak kumengerti tentang Syi'ah", seru Abu Hanifah, "Karena menurut mereka orang-orang terburuk di kalangan ummat Muhammad..

10) ..justru adalah sahabat-sahabat terdekat, mertua, & menantunya!" Maka terperanjatlah tokoh Syi'ah itu & seketika menyatakan taubatnya.

11) Maka beliaupun mengutip gurunya, Imam Ja'far Ash Shadiq, "Teladan kami dalam mencintai RasuluLlah & keluarganya, adalah sahabat beliau!"

12) Demikianlah Imam Abu Hanifah mencontohkan pada kita cinta yang mendalam pada Ahli Bait RasuliLlah sekaligus pelurusan pada penyimpangan.

13) Mungkin tipis; tapi ada garis jelas antara PERBEDAAN yang kita harus bertenggang rasa dengan PENYIMPANGAN yang wajib kita meluruskannya.

14) Dan kita belajar lagi pada Imam Abu Hanifah dalam meluruskan; kesedian mendengar hingga tuntas, kedalaman ilmu, & kekuatannya berhujjah.

15) Demikian Shalih(in+at), semoga Allah bimbing kita seperti Imam Abu Hanifah; mencinta keluarga Nabi & meluruskan kekeliruan; semua indah.

***
02/09/2012
Salim A. Fillah (@salimafillah)

http://chirpstory.com/li/20069

About Author Mohamed Abu 'l-Gharaniq

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries.

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search