Syuraih, Hakim Muda yang Cerdas #Keadilan
| indonesiaberkarakter.org/ |
***
1) Kejujuran dan sifat amanah itu menyederhanakan soal-soal rumit. Kita teringat bagaimana Syuraih diangkat menjadi Qadhi oleh 'Umar. #hukum
2) Suatu hari sang Amirul Mukminin membeli kuda dari pedagang A'rabi. Beberapa selang ketika dituntun pulang, tetiba ianya pincang. #hukum
3) Maka kembalilah beliau, RadhiyaLlahu 'Anhu, dengan gugatan pada si penjual kuda. Hingga disepakati, mereka akan menunjuk pengadil. #hukum
4) Siapakah yang patut jadi penengah atas perselisihan antara kepala negara dengan pedagang biasa? Pemuda cerdas itu tampil; Syuraih. #hukum
6) Usai mendengar dari kedua pihak yang bertikai, Syuraih bertanya, "Wahai Amiral Mukminin, saat kau menerima kudanya & menunaikan.. #hukum
7) ..pembayaranmu padanya; apakah kuda itu masih dalam keadaan sehat ataukah sudah cacat?" Jawab 'Umar, "Ya, kuda itu belum pincang." #hukum
8) "Jika demikian", ujar Syuraih, "Aku putuskan bahwa kau punya hak untuk memilih ya Amiral Mukminin. Kau boleh mengambil kembali.. #hukum
9) ..uangmu dari pedagang ini, dengan syarat kau kembalikan kudanya dalam keadaan sentausa sebagaimana saat kau menerimanya. Atau.. #hukum
10) ..silakan kau bawa pulang kudamu ini bagaimanapun adanya, sebab cacat itu baru timbul dan tampak sesudah ia berada di tanganmu." #hukum
11) Mendengar putusan tersebut 'Umar tertawa, "Hanya begitu penyelesaiannya? Sesederhana itu?". "Betul", tukas Syuraih tersenyum. #hukum
12) "Maka berkemaslah", titah 'Umar, "Aku mengangkatmu menjadi hakim di Bashrah; di mana urusan-urusan pelik memerlukan keadilan." #hukum
13) Sejak saat itu, Syuraih menjabat sebagai hakim tuk wilayah Bashrah hingga kira-kira 60 tahun kemudian. Kisah-kisahnya melegenda. #hukum
14) Di antara yang masyhur; saat 'Ali ibn Abi Thalib, sang Khalifah, dikalahkan seorang Yahudi sebab tak punya saksi selain putranya. #hukum
15) Tapi ada kisah lain yang menarik; suatu hari, anak lelaki Syuraih yang amat beliau sayangi menghadap untuk bicara empat mata. #hukum
16) Ujar putra tercinta itu, "Ayah, aku memiliki sengketa dengan seseorang. Aku akan meminta pertimbangan ayah dulu tentang hal ini.. #hukum
17) ..Jika menurut ayah aku di pihak yang benar & punya dasar kuat atas itu hingga bisa memenangkan perkara, aku akan mengajukannya.. #hukum
18) ..pada pengadilanmu besok pagi. Tapi jika menurutmu aku akan kalah, maka aku akan memenuhi hak-haknya tanpa perlu ke pengadilan.. #hukum
19) ..Sebab aku akan malu jika kalah di pengadilan yang hakimnya adalah Ayahku sendiri." Setelah semua diceritakan padanya, Syuraih.. #hukum
20) ..berkata, "Ajukanlah perkaramu Nak. Demi Allah aku akan berusaha tuk memenuhi semua hakmu seadil-adilnya." Mantaplah sang putra. #hukum
21) Maka esok paginya perkara itu digelar di pengadilan Syuraih. Walhasil, sang anak tersayang diputus KALAH dari lawan gugatannya. #hukum
22) Usai sidang, si anak pun menghadap Syuraih dengan mengeluh. "Mengapa kemarin tidak Ayah sampaikan padaku bahwa aku akan kalah?" #hukum
23) "Sebab urusanmu telah diketahui beberapa orang, maka penyelesaiannya juga harus dimaklumkan pada khalayak. Jika engkau tahu.. #hukum
24) ..akan kalah lalu memilih untuk menyelesaikannya secara pribadi, sesungguhnya kau tak menzhaliminya. Tapi ayahmulah yang jatuh.. #hukum
25) ..pada kezhaliman karena memberimu kesempatan minta pertimbangan tapi tak memberinya; memberitahumu hal tapi tak memberitahunya.. #hukum
26) ..dan menggelar 'pengadilan' tanpa menghadirkan tergugat, tanpa saksi, & tanpa mendengar dari kedua belah pihak secara langsung." #hukum
27) "Nak ketahuilah", ujar Syuraih, "Aku amat mencintaimu, maka mari saling membantu agar kelak tetap dipersatukan Allah di surga." #hukum
28) Kelak, pengganti Syuraih juga menakjubkan; 'Iyasy ibn Mu'awiyah Al Muzani. Dia terpilih pun sebab kalah bersiasat dari lawannya.. #hukum
29) ..sesama calon hakim yang berkata, "Demi Allah, 'Iyasy lebih cerdas daripada saya. Jika kalimat ini benar, maka wajib bagi kita.. #hukum
30) ..mengangkatnya. Jika kalimat ini dusta, maka saya tak layak sebab telah berbohong." 'Iyasy mengenang, inilah kekalahan debatnya. #hukum
31) Semoga Allah menolong kita untuk belajar dari 'Umar, Syuraih, putra beliau, & 'Iyasy tentang kecerdikan, rekrutmen pejabat.. #hukum
32) ..keadilan, sikap amanah, profesionalisme, kesetiaan pada prinsip, & ketidaksukaan berebut jabatan yang dengannya jadi barakah. #hukum
11/09/2012
Salim A. Fillah (@salimafillah)
http://chirpstory.com/li/21791
No comments:
Post a Comment